Bimbingan Teknis Budidaya Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Bengkalis Propinsi Riau

BIMBINGAN TEKNIS BUDIDAYA PERIKANAN
DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN KABUPATEN BENGKALIS
6 – 12 APRIL 2014

KARAWANG, BLUPPB -- Dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pembudidaya ikan guna mendorong peningkatan produksi perikanan, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau bekerja sama dengan Balai Layanan Usaha Produksi Perikanan Budidaya (BLUPPB) Karawang menyelenggarakan kegiatan “Bimbingan Teknis Budidaya Perikanan”. Kegiatan tersebut diikuti oleh 10 (sepuluh) orang peserta yang merupakan perwakilan kelompok pembudidaya ikan dari tiap kecamatan yang ada di Kabupaten Bengkalis.



“Bimbingan Teknis Budidaya Perikanan” dilaksanakan pada tanggal 6 - 12 April 2015. Acara pembukaan dilaksanakan pada hari Senin, 6 April 2015 dan dibuka oleh Kepala BLUPPB Karawang, Ir. Supriyadi, M.Si. Dalam sambutannya Beliau mengatakan bahwa melalui kegiatan ini diharapkan para peserta tidak hanya memahami teknik pembudidayaan ikan yang baik tapi juga mampu mengembangkan usaha perikanan yang menguntungkan dan selanjutnya akan menularkan ilmu dan pengalaman yang dipetik dari kegiatan ini kepada masyarakat pembudidaya ikan lainnya (trainer of trainer).
    
    

         



























          

            Dalam kegiatan “Bimbingan Teknis Budidaya Perikanan” ini, peserta diberikan pemahaman tentang teknik pembesaran komoditas budidaya air tawar, air payau, dan air laut seperti ikan lele, nila, kakap, dan udang oleh narasumber yang berpengalaman di BLUPPB Karawang. Selain itu, peserta juga diberi pengetahuan tentang penyakit ikan, cara pencegahan dan pengobatan penyakit ikan, serta teknik pembuatan pakan ikan dan budidaya rumput laut. Adapun metode yang digunakan dalam kegiatan ini salah satunya adalah pemberian teori secara tatap muka. 
     Pada kesempatan ini, peserta dapat berdialog langsung dengan narasumber mengenai permasalahan yang sering dihadapi dalam berbudidaya ikan di tempat asalnya, untuk kemudian narasumber dapat memberikan alternatif solusi yang efektif. Selanjutnya peserta diberi kesempatan untuk melaksanakan praktek lapang atas teori yang telah disampaikan dan melakukan kunjungan ke tempat pembudidaya ikan nila di Subang, Jawa Barat dengan maksud agar peserta tidak hanya mendapatkan bekal pengetahuan tapi juga mendapatkan keterampilan dalam penerapan materi yang dipelajari.